Sial!! Demi apa gue lagi males nulis. Demi apa lagi gue pake kata “demi apa”. Demi apa lagi gue pake kata “gue”.
Kali ini aku mau ngebahas tentang 2 buah kata yang sengaja/ tidak sengaja disatukan oleh kaum anak2 gaul 11’s. Aku gatau secara pasti kapan kata ini mulai ada dan beredar tapi semakin kesini porsi penggunaannya semakin banyak. Dan kata tersebut tidak lain tidak bukan adalah “demi apa”. Demi apa aku juga gatau kata ini artinya apa, dan di postingan ini aku gak akan bahas filosofinya kata ini. Karena gw gatau. Tapi semenjak kata ini beredar bagai dvd saya yang keluar beberapa bulan lalu yang bertajuk NEVER SAY NEVER saya sedikit agak rancu kalau denger kata ini. Rancu? Demi apa gue juga gatau rancu itu apa, tapi tepat jika digunakan dalam keadaan seperti ini. Tapi ada beberapa kesan yang terlintas di pelipis saya kalo bersua dengan kata ini:
1. Memelas
2. Sedikit lebay (karena dilihat dari komposisi katanya)
3. Heboh!
4. Masih bersaudara dengan: giiiilakk! *nada gaul*, geeetoh *nada gaul*, ebuuseet *nada gaul*, cape deeeh *nada gaul* dan yang terakhir udah nggak asing belakangan ini yaitu Lo ┒('o'┒) gue (┌','┐) end ┒(⌣˛⌣)┎.
Nah itu tadi beberapa kesan yang terlintas kalo denger kata demi apa. Bener nggak sih 4 pernyataanku diatas? Tapi apapun itu, ini versiku B-)
Nah ada lagi satu hal sama postingan ini. spesialnya post ini adalah *tetereeet* (musik jaman spanyol) di postingan ini aku pake kata gue loh, jarang2 padahal. Gatau kenapa tapi aku ngerasa nggak cocok pake kata ini, kenapa? Soalnya secara gitu ya secara goegrafis aku berada di sebuah tempat ditengah2 masyarakat orang jawa. Nah, otomatis logat sama bahasanya harus ngikutin kebiasaan setempat atau mati #seremversion. Karena udah biasanya ngomong pake “aku” jadi mau ngikutin pake kata “gue” itu susah banget, karena aku nyadar dan tau diri haha.
Nah pertanyaannya adalah apakah temen2 gue yang juga secara geografis terletak di tempat yang sama kalo ngomong langsung apakah pake kata “gue”? Gue gatau juga tapi yang jelas_____ *kosong*. Dan_____ *kosong*.
Apaan sih kok malah bahas “gue” rempong deh cyinn. Niat awal males nulis ini pun masih males. Maka dari itu sudahi postingan ini aja ya. Tetap tampan pemirsa!
open!